5 Cara Menjauhkan Anak Dari Korban Bullying

Perundungan atau yang populer dengan istilah bullying merupakan perilaku yang agresif serta disengaja yang kejadiannya terus berulang pada seseorang yang mana seseorang tersebut tidak mempunyai kekuatan untuk melakukan pembelaan.

KEJADIAN BULLYING

Meskipun zaman sudah bisa di bilang sangatlah modern seperti sekarang ini, namun kenyataannya kejadian bullying masih terus terjadi. Ironisnya lagi kejadian bullying ini tidak hanya terjadi secara langsung antara satu orang dengan orang lain.

Akan tetapi kejadian bullying ini juga mulai merambah ke dunia maya atau media sosial. Tidak jarang kita menemui ada seseorang yang memposting satu foto kemudian banyak yang berkomentar negative dengan foto yang dibagikannya tersebut.

Hal yang demikian ini sudah bisa dibilang sebagai suatu bullying. Kejadian bullying yang terjadi di media sosial atau dunia maya untuk saat ini lebih populer dikenal dengan istilah ‘cyber bullying’.

Cara Menjauhkan Anak Dari Korban Bullying

Sebagai orang tua tentu kita tidak ingin jika nantinya buah hati kita menjadi salah satu korban bullying. Oleh karena itu orang tua harus melakukan beberapa cara menjauhkan anak dari korban bullying, diantaranya:

  1. Menciptakan suatu lingkungan yang supportif dalam keluarga untuk membentuk suatu pandangan atas diri anak yang baik. Contohnya adalah dengan tidak terlalu sering menyalahkan anak atas apa yang dilakukannya. Hal ini dikarenakan tindakan menyalahkan anak ini bisa merusak konsep diri yang mulai dibangun oleh seorang anak.
  2. Bantu anak untuk menjelajahi apa yang bisa dilakukannya yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain. Hal ini dimaksudkan agar anak memiliki suatu pandangan yang positif terhadap dirinya sendiri sehingga nantinya ia akan merasa lebih percaya diri. Di kemudian hari rasa percaya dirinya ini akan membantunya dalam menghadapi lingkungan luar baik di sekolah maupun sekitar rumahnya.
  3. Kepercayaan diri anak juga bisa dibangun dengan mendukung apa yang ingin dilakukan oleh seorang anak. Yang perlu digarisbawahi adalah selama hal yang ingin dilakukannya itu positif.  Cara ini disinyalir dapat membangun rasa percaya diri pada anak yang menjadikannya tidak memandang rendah dirinya sendiri. Sehingga jikalau nantinya ada sekelompok teman yang tidak mau berteman dengannya karena alasan tertentu ia tidak terlalu mempermasalahkannya.
  4. Ajarkan anak untuk berani mengatakan ‘tidak’ jika anak memang tidak menyukainya. Hal ini karena pada korban bullying seseorang cenderung tidak berdaya karena ia tidak mampu berkata tidak dan tidak berani untuk menolak sehingga ia menerima apapun yang dilakukan oleh orang lain pada dirinya, bahkan jika itu hal yang buruk sekalipun. Ketika anak diperlakukan tidak baik oleh temannya maka ia harus berani untuk mengatakan bahwa itu merupakan hal yang salah dan tidak boleh dilakukan.
  5. Bangunlah perasaan empati anak paa seseorang. Misalnya dengan mengajak anak untuk berbagi kebaikan pada sesame atau mengajaknya untuk melihat suatu kehidupan yang kurang baik dari kehidupannya. Hal ini dimaksudkan agar anak memiliki pemikiran bahwa jika ia yang berada di posisi orang yang kurang beruntung itu sangatlah tidak enak. Ia sebagai orang yang kehidupannya lebih baik haruslah membantu dan berbagi kebaikan untuk orang lain. Cara seperti ini juga akan menjadikan seorang anak agar tidak menjadi pelaku bullying.

Rasa empati memang tidak bisa dibangun dalam waktu yang singkat. Oleh karena itu kita sebagai orang tua harus membangunnya sedikit demi sedikit.

Leave a Comment