Cara Menumbuhkan Pola Berpikir Kritis Bagi Anak

Dalam suatu kehidupan sesorang harus memiliki landasan yang bisa dijadikan pedoman. Landasan inilah yang nantinya juga akan menentukan sukses tidaknya seseorang di masa yang akan datang. Landasan ini tentu tidak bisa dilepaskan dari kemampuan seseorang dalam berpikir kritis.

Pola pikir ini wajib dibangun sejak seseorang masih dalam usia yang muda. Lalau bagaimana cara menumbuhkan pola berpikir kritis bagi anak?

POLA BERPIKIR KRITIS SEJAK ANAK USIA DINI

Suatu proses pembelajaran harus berkesinambungan dan konsisten yang bisa dimulai sejak seseorang berada pada usia balita.

Masa emas atau yang populer dengan istilah Golden Age berada pada tahun pertama sampai tahun ketiga. Disebut sebagai masa emas karena pada masa ini kemampuan otak pada anak untuk mampu menyerap informasi sangatlah tinggi.

Segala informasi apapun yang diberikan oleh orang tua pada anak di masa ini sangat mempengaruhi kemampuan pola pikir anak di masa yang akan datang.

4 Cara menumbuhkan pola berpikir kritis bagi anak

Cara menumbuhkan pola berpikir kritis bagi anak tidaklah harus menggunakan cara-cara yang rumit atau khusu, namun ada beberapa cara sederhana yang di yakini mampu menumbuhkan pola berpikir kritis bagi anak:

  1. Ajak anak untuk mengamati suatu benda sambil bermain. Kemas cara pembelajaran dengan dibaluti permainan agar anak tidak merasa bosan dan jenuh dengan pembelajaran. Misalnya ketika sedang bermain dengan anak di belakang rumah dan kebetulan ada kucing yang lewat, tanyakan pada anak perihal warna bulu kucing nya, bagaimana kita dapat mengenali suara kucing, berapa jumlah kaki yang dimiliki kucing. Dengan cara ini anak secara tidak langsung akan berpikir tentang pertanyaan yang kita berikan.
  2. Ketika menonton film kartun atau film anak ajak anak untuk menceritakan kembali apa yang di tontonnya dengan menggunakan bahasanya sendiri.  Ketika anak menceritakan apa yang di tontonnya sisipkan dengan pertanyaan apakah yang dilakukan oleh masing-masing tokoh yang ada dalam cerita merupakan perilaku yang baik atau tidak, merupakan perilaku yang boleh di tiru atau tidak. Dengan cara ini jika di kemudian hari anak akan melakukan hal yang serupa dengan apa yang ada dalam cerita anak akan ingat bahwa apa yang akan dilakukannya itu boleh dilakukan atau tidak karena ia sudah tahu apa dampaknya bagi dirinya sendiri dan orang lain.
  3. Ajarkan kerja sama atau gotong royong dengan permainan. Kita bisa melakukannya dengan meminta bantuan orang rumah. Ajaklah anak dan orang-orang rumah untuk bermain cerita bersama, kemudian mintalah anak untuk melanjutkan cerita pada suatu waktu. Kegiatan melanjutkan cerita ini mampu mendorong daya kreatifitas serta membangun otak anak untuk berpikir kritis. Jika anak sudah mau melanjutkan ceritanya kemudian mintalah anak untuk menyampaikan penilaiannya terhadap cerita tersebut. Lihat bagaimana anak menilai suatu cerita menurut sudut pandangnya. Pahami apa yang dibicarakan oleh anak. Melalui penilaian pribadi dari anak ini kita dapat mengambil kesimpulan apakah pola pikir sang anak sudah mulai berkembang, sudah mengalami kemajuan atau belum.  
  4. Latih anak agar mampu membandingkan satu benda dengan benda yang lainnya. Latih kemampuan menganalisa otaknya dengan permainan mencari perbedaan dan mencari persamaan dari dua objek yang di lihatnya. Jika anak tidak mau menjawab alihkan dengan suatu permainan kemudian di sela-sela permainan itu sisipkan pertanyaan-pertanyaan sebelumnya. Jangan pernah memaksa anak untuk langsung menjawab saat itu juga karena kemampuan otak antara anak yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda.

Itulah tadi 4 Cara menumbuhkan pola berpikir kritis bagi anak yang bisa orang tua terapkan untuk menunjang perkembangan kecerdasan anak.

Leave a Comment