Tips Tanamkan Sopan Santun Kepada Anak

Pada artikel ini akan dibahas tentang tips tanamkan sopan santun kepada anak sejak dini. Namun penanaman sopan santun kini bisa saja mendapat tantangan utamanya karena tantangan budaya dan teknologi yang kian mendominasi berbagai sektor kehidupan, dan tanpa sadar mulai menggeser nilai nilai luhur budaya sopan santun. Simak selengkapnya penjelasan berikut ini.

Tips Tanamkan Sopan Santun Kepada Anak

Semua orang berpotensi mengembangkan sikap sopan santun. Ini bisa dimulai dilatih sejak dini oleh orang tua. Orang tua adalah guru pertama sopan santun dirumah. Orang tua mengajari langsung dan tidak, mengenai etika dan sopan santun.

Sebetulnya tidak ada tips khusus atau tips baku tentang sopan santun. Karena sejatinya etika lahir bersamaan lahirnya manusia ke dunia. Jadi, merupakan bawaan kemanusiaan.

·         Sopan santun sendiri bisa diartikan sebagai sebuah sikap yang tepat terhadap orang lain. Dalam arti luas, sopan santun adalah cara berpikir, bersikap, berkata, bertindak yang sesuai hati nurani. Hati nurani manusia lebih mengarah ke lemah lembut, menghargai sesama, itulah sopan santun.

·         Maka, sopan santun sebenarnya sudah diajarkan sejak dulu oleh leluhur, nabi, kitab suci hingga orang tua kita. Kepada anak, orang tua bisa mengajarkan nilai nilai sopan santun dari hal yang paling sederhana.

·         Misalnya, bagi orang Jawa, mengajari anak anak berbahasa krama. Karena dalam budaya ini, bahasa menunjukan sopan santun. Kepada orang tua, anak anak diajari agar berbahasa krama inggil, alus, lembut dan tidak berkata keras. Itulah contoh sopan santun paling sederhana.

·         Contoh lainya, ajari anak unggah ungguh, misalnya mengajari anak membukakan pintu ketika ayah pulang kerja. Ajari anak menuruti perintah baik orang tua. Atau mengajarkan menghormati tamu.

·         Tips tanamkan sopan santun kepada anak yang lainya adalah dengan menerapkan nilai nilai moral atau agama yang dianut. Sebagai contoh penganut agama Islam, mengajari anak sopan santun dengan akhlak yang baik. Misalnya mengucap salam dan berjabat tangan ketika bertemu atau masuk rumah, dan lainya.

·         Dalam sejarahnya, bangsa Indonesia juga menganut budaya santun. Menghargai orang lain, mengutamakan orang lain, tidak berkata menyinggung, menjaga persatuan dan nilai positif lainya. Ini bisa dijadikan tips untuk tanamkan nilai sopan santun kepada anak. Ajari mereka sejarah bangsa beserta budayanya yang penuh dengan nilai nilai moral termasuk kesopanan.

·         Bahkan nenek moyang bangsa, dulu sangat sopan terhadap alam dan binatang. Tidak hanya terhadap sesama manusia. Ini juga perlu diajarkan kepada anak anak sehingga mereka menghormati alam dan sopan, tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak ekosistem, tidak menyakiti binatang dan lain lain.

Budaya Hari Ini Hilang Sopan Santun

Hari ini, diera post modern seolah nilai nilai kesopanan makin luntur. Tidak sedikit kasus di media massa memberitakan, perilaku perilaku amoral, tidak santun kian merajalela. Seperti misalnya anak menuntut hukum orang tua, pembunuhan, dan tayangan film yang mempertontonkan tindakan tindakan diluar kesopanan makin mudah diakses masyarakat.

Dampaknya bisa meracuni cara berpikir dan bertindak, sehingga bisa saja ikut kutan. Dalam kehidupan nyata sehari hari juga banyak hal yang menyiratkan hal hal diluar kesantunan. Seperti misalnya melawan orang tua, membentak, atau berkata kasar kepada orang lain.

Untuk itu, perlu kiranya dilakukan antisipasi dan penanaman sopan santun sejak dini kepada anak anak agar mereka kelak bisa menghormati diri dan sesamanya.

Meski harus diakui menanamkan sopan santun  mungkin bukan hal mudah. Sebab banyak anak anak yang mungkin sudah bersentuhan dengan dunia modern yang relatif lebih bebas, dan minim sopan santun, mereka terbiasa dengan hal ini. Sehingga orang tua harus berpikir ekstra menanamkan nilai sopan santun kepada anak. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment